Postingan

MENGGUGAT ORGANISASI PROFESI GURU

Gambar
Amanat UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mewajibkan guru untuk membentuk dan berpartisifasi dalam organisasi guru, organisasi guru   berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.Nah, dalam konteks ini menjadikan pertanyaan yang mendasar bagi kita tentang sejauh mana kesadaran guru untuk mencempungkan diri kedalam organisasi profesi, dan sejauh mana organisasi profesi tersebut dapat mengayomi, memberdayakan dan melindungi anggotanya? Di negara maju seperti Inggris dan Amerika memiliki organisasi guru yang kuat dan mapan serta memiliki bargaining yang kuat terhadap pemerintah, sehingga di negara – negara yang memiliki organisasi guru yang kuat keberadaan guru menjadi ‘asset yang dihargai oleh pemerintah. Menggagas Organisasi Guru Yang Pro Guru.             Sama dengan organisasi profesi –profesi...

BERCERMIN PADA KACA YANG BURAM?

Gambar
Artikel ini pernah di muat di Harian Mandiri 25/3/2013 Berbicara tentang dunia pendidikan dan karakter bangsa bagaikan dua sisi mata uang yang memiliki keterkaitan dan ketergantungan yang sangat erat. Analisis serta persepsi masyarakat yang kritis dengan persoalan bangsa saat ini selalu menempatkan dunia pendidikan mempunyai peran dan fungsi yang cukup besar dalam mengawal karakter bangsa. Dilain sisi dunia pendidikan saat ini tidak berdiri sendiri dalam membangun karakter bangsa, dan justru disisi lain “polusi dan virus “yang menghancurkan karekteristik bangsa berasal dari berbagai sisi lain yang berkaitan dengan kehidupan social masyarakat. Konteks kekinian mata masyarakat sebagai objek pendidikan selalu dicokoki dengan persoalan discharacther dan dekadensi (kemerosotan) akhlak. Issu dan fakta tentang korupsi, mutilasi, perselingkuhan, bahkan urusan syahwat “tempat tidur”pun menjadi komoditas public dan disajikan secara vulgar. Disadari atau tidak guru secara formal memiliki ...

MENANAMKAN KECERDASAN SOSIAL BAGI SISWA

Gambar
Pernah dimuat di Harian Waspada 14 June 2013 Masih seringnya dijumpai siswa-siswa yang galau dibeberapa sekolah disaat-saat menjelang ujian atau semester-an t entu merupakan kondisi psikologi yang wajar. Akan tetapi apabila hal ini lebih disebabkan tuntutan menghafal materi yang telah diajarkan guru, tentu perlu dipertanyaan. Seorang siswa tentunya belajar dari evaluasi belajar yang sudah-sudah, apabila guru selalu mengacu pada catatan materi yang telah diberikan tentu tidak ada pilihan lagi bagi siswa kecuali menghafal materi yang ada. Untuk mendapatkan nilai yang baik menghafal puluhan kalimat dan catatan penting menjadi jalan terbaik, meski ditengah jadwal evaluasi yang terkadang tidak hanya satu kali. Terlebih orang tua mereka pun hanya menuntut nilai yang tinggi, tanpa mau mengerti bagaimana anak-anak mereka mendapatkan nilai tersebut. Kondisi ini sungguh sebuah ironi disaat pendidikan kita tengah berbenah untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan ke...

PAUD dalam Perspektif Pendidikan Islam

Gambar
Artikel ini pernah dimuat di Harian Waspada 24 Juli 2013 Di Bulan Juni orangtua disibukkan dengan persiapan memasuki Tahun Ajaran Baru, tentunya di saat kenaikan BBM beban ini semakin terasa dengan melonjaknya bahan kebutuhan pokok dan sarana pendukung bagi pendidikan. Tentunya ini adalah hal yang berulang setiap tahunnya. Dalam hal pendidikan di Indonesia sudah menjadi trend baru untuk memasukkan seluruh anak kedalam dunia pendidikan. Ini berlaku bukan hanya pada anak yang sudah lancar berkomunikasi tetapi berlaku juga bagi anak yang masih BALITA, dan PAUD adalah alternatif untuk itu. Mengenal PAUD Saat ini istilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang booming di Indonesia. PAUD semakin diperhatikan oleh pemerintah dan juga masyarakat Indonesia. Beberapa proyek pemerintah berupa dana luar negeri yang dikucurkan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peran dan fungsi PAUD. Keberadaan PAUD diakui dalam UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 pasal 28. Makna yang sesun...

Pak Doe, "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" Sungguhan...

Gambar
Bagi Ratih Dwiastuti, Pak Doe adalah sosok guru yang menjadi panutan. Menurut Pak Doe, guru adalah seorang pemimpin yang memimpin dengan karakter. Demikian pulalah dia. Pak Doe menerapkan pendidikan berkarakter jauh sebelum slogan-slogan karakter ditempelkan di kurikulum. Pak Doe, menurut Ratih, tetap menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan meski dengan sederhana. Aura kepemimpinan dan semangat mendidiknya yang tinggi ditunjukkan dengan menyentuh langsung kehidupan setiap siswanya. Ratih pun melihat bahwa menjadi guru bukan sekadar rencana pelaksanaan pembelajaran, melainkan juga karakter dan kepemimpinan dalam interaksi dengan para siswa. Berikut catatan Ratih ketika menjadi pengajar muda di SDN 4 Langkahan, Aceh Utara. Ratih menemukan "pahlawan tanpa tanda jasa" sungguhan.... " One of The Avangers Langkahan " Sosoknya memancarakan kesederhanaan dan wibawa yang elegan. Gaya berbicaranya santun, baik itu berbahasa...

Cegah Putus Sekolah, Aris Prasetyo Ajak Anak Bikin Film Pendek

Gambar
Empat Tahun, Jumlah Murid Naik Tujuh Kali Lipat Awalnya, niat Aris Prasetyo mendirikan kegiatan ekstrakurikuler film di SMP tempatnya mengajar sangat sederhana. Dia hanya ingin menarik minat anak- Anak di desa pedalaman Purbalingga, Jawa Tengah, untuk melanjutkan sekolah. Empat tahun berjalan, puluhan award film pendek diraih dan minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP meningkat tujuh kali lipat. Suatu ketika, pada awal 2008, pandangan mata Aris Prasetyo tanpa sengaja tertuju pada sebuah brosur berupa fotokopi hitam putih yang tidak menarik. Brosur berwarna buram itu berisi pengumuman penerimaan siswa baru SMP Negeri 4 Satu Atap, Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karang Moncol, Purbalingga, Jateng. Sang istri yang kebetulan menjadi guru madrasah ibtidaiyah di Desa Tunjungmuli tiba-tiba menyemangatinya untuk ikut mengabdi sebagai guru SMP di lereng Gunung Slamet itu. Aris yang saat SMA memang bercita-cita menjadi guru seolah mendapat pencerahan. Apalagi, ayahnya...

Pendidikan Karakter Ala Iwan Fals

Gambar
PENYANYI balada dan country yang telah menjadi legenda hidup di Indonesia, Iwan Fals belakangan rajin menanam pohon di berbagai tempat di Indonesia. Virgiawan Listanto - nama asli Iwan Fals - yang lahir di Jakarta, 3 September 1961 ini juga sedang getol berbicara tentang lingkungan hidup, alam, hutan dan pohon. "Ada kata-kata yang menggores hati ketika aku melihat sebuah tulisan di Bengkel Teater Rendra: Jangan Sakiti Pohon. Terbukti di penelitian, pohon bisa stress juga. Aku pernah dengar kalau pohon didengarkan musik pohonnya jadi sehat. Aku kaitkan pula dengan keyakinan agamaku sebagai muslim, setiap daun di pepohonan itu bertasbih. Lalu dalam keadaan apapun pohon harus dilindungi. Dalam perang, anak-anak, wanita, dan pohon harus dilindungi. Bahkan: walaupun besok kiamat, menanam pohon tidak boleh ditunda. Jadi begitu mulianya pohon," kata Iwan Fals di rumahnya yang asri dan penuh pepohonan di Leuwinanggung, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Berikut petika...