Postingan

Sejarah, Suku Indian Ber Agama Islam di Amerika

Gambar
Ternyata sebelum kedatangan Christoper Columbus (yang katanya penemu benua Amerika), umat Islam sudah terlebih dahulu menemukannya. Sebuah fakta yang tak terbantahkan lagi jika umat Islam sudah lebih dulu berada di daratan luas yang kini bernama Amerika, jauh beberapa abad sebelum kedatangan Columbus yang meng-klaim sebagai penemu Amerika. Fakta yang paling gampang ditemui nama serupa dengan kota suci umat Islam seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada, dan beberapa nama seperti California (Caliph Haronia), Alabama (Alah Bumnya), Arkansas (Arkan-sah) dan Tennesse (Tanasuh), T Allah Hassee (Tallahassee), Alhambra, Islamorada dan sekitar 500 nama kota lainnya berasal dari kata Arab. Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christo...

VISI PENDIDIKAN TUAN CAPRES?

Gambar
  Setelah KPU menetapkan dua pasang Calon Presiden RI Ir. H. Joko Widodo – H.M Yusuf Kalla dan H. Prabowo Subianto – H.M Hatta Rajasa   akan berkompetisi secara jujur, santun dan elegan untuk mengambil hati rakyat Indonesia untuk sebuah tujuan pengabdian kepada rakyat Indonesia melalui jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sudah pasti kompetisi ini akan menghiasi dan mewarnai ruang publik dan media (cetak, online dan   visual) sebagai sarana kampanye. Tidak ada yang salah tentunya, justru gegap gempita tersebut diharapkan mampu menjadi rahmat bagi sekian alam. Bukan Janji “Palsu”.             Dus, sudah terpersepsi dimasyarakat, ajang kampanye adalah umbar janji dan harapan untuk masyarakat yang dilakukan calon pemimpin, tapi sebenarnya ini merupakan antitesa dan puncak kekecewaan pada janji-janji yang tidak terpenuhi. Idealnya kampanye sebuah moment untuk menyampaikan ide dan program dari...

KETIKA GURU BERTERIAK

artikel ini diterbitkan di Harian Waspada 16 September 2013 “ Masih adakah guru tersisa dan berapa guru yang masih kita miliki?” seperti itu mungkin pertanyaan dari seorang Kaisar Hirohito (1945) kepada para punggawanya ketika melihat Kota Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak akibat bom atom yang dijatuhkan Amerika dan sekutunya. Kekalahan dalam perang dunia II memporak-porandakan Jepang. Banyak petinggi negara yang melakukan hara-kiri, bunuh diri. Mereka malu akan kekalahan yang sangat memalukan bagi mereka. Pemerintah Jepang harus melakukan inventarisasi terhadap aset dan sumber daya yang mereka miliki. Pemikiran seorang pemimpin yang bernas dan brilian, demikianlah cara berpikir seorang negarawan. Kekurangan sumberdaya manusia hanya bisa dipenuhi oleh para guru.   Dan dalam perjalanan sejarah Jepang, pertanyaan pundamental seorang   Kaisar Hirohito tersebut menjadi awal kebangkitan ekonomi, militer dan pendidikan di negeri sakura tersebut. Lain lubuk lain p...